bakalan kangen sama anak anak
Tuesday, August 30, 2011
Monday, August 29, 2011
suka sama sapa hayo?
oh men
jangan sampe ya aku suka sama anak itu
tapi gimana
aku kelihatannya sudah ada benih benih suka
oh men
haha
biar wes semuanya jalan
selamat hari raya idul fitri
hallo para penggemar
saya mengucapkan minalaidzinwalfaidzin ya
selamat berlebaran
maaf kalo ada salah kata
atau ada postingan yang menyindir
hehe
itu hanya gurauan belaka
Sunday, August 28, 2011
phill collins - agains all odds
How can I just let you walk away,
just let you leave without a trace
When I stand here taking every breath with you, ooh
You're the only one who really knew me at all
How can you just walk away from me,
when all I can do is watch you leave
Cos we've shared the laughter and the pain,
and even shared the tears
You're the only one who really knew me at all
So take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And there's nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And you coming back to me
is against all odds and that's what I've got to face
I wish I could just make you turn around,
turn around and see me cry
There's so much I need to say to you,
so many reasons why
You're the only one who really knew me at all
So take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And there's nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
'cos there's just an empty space
But to wait for you,
well that's all I can do and that's what I've got to face
Take a good look at me now,
'cos I'll still be standing here
And you coming back to me is against all odds
That's the chance I've got to take, oh, oho
Just take a look at me now
just let you leave without a trace
When I stand here taking every breath with you, ooh
You're the only one who really knew me at all
How can you just walk away from me,
when all I can do is watch you leave
Cos we've shared the laughter and the pain,
and even shared the tears
You're the only one who really knew me at all
So take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And there's nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And you coming back to me
is against all odds and that's what I've got to face
I wish I could just make you turn around,
turn around and see me cry
There's so much I need to say to you,
so many reasons why
You're the only one who really knew me at all
So take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And there's nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
'cos there's just an empty space
But to wait for you,
well that's all I can do and that's what I've got to face
Take a good look at me now,
'cos I'll still be standing here
And you coming back to me is against all odds
That's the chance I've got to take, oh, oho
Just take a look at me now
dongeng sebelum tidur - kisah apel
suatu pagi yang cerah tampak sebuah apel merah lari terbirit birit
setelah ditanya oleh anak seekor lebah bertaring emas yang diam diam menyukai saudara tiri apel itu yang berupa kanguru afrika
eh ternyata apel itu lari dikarenakan dikejar oleh gajah memakai sarung berwarna merah keemasan
apel itupun sembunyi di pohon cemara tempat dia memasak sup jagung kesukaan mendiang mama kandungnya
ketika sedang asik memasak
burung camar menghampirinya
dan memberi secarik kertas undangan
oh men
tau gak itu surat undangan pernikahan men
ternyata itu adalah pernikahan mantan kekasihnya bernama TOMATO LEZATO NUMERO UNO
yaitu seekor belalang cantik rupawan
yang hamil diluar nikah bersama seekor semut jantan pemalas
betapa tertusuknya hati sang apel rupawan tapi yo gak itu
sekilas kemudian
sang apel turun dari pohon tanpa menghiraukan yang lainnya
gak pamit gak opo
ndusel ae
GAK SOPAN BLAS
dimana RASA SOPAN SANTUNNYA???
dia pulang dan masuk kamar
mengambil gitar dan menyanyikan lagu ciptaannya sendiri yang berjudul "TERGORES TERTUSUK DAN MEMBOROK"
betapa sakitnya hati sang apel rupawan kulupan cawan
setahun kemudian sang belalang mati kecelakaan tertembak senpi seekor rokok yang sedang pipis dicelana
makin sedih lah si apel
dan kini dia menciptakan sebuah album berjudul KU KENANG KAU DIHATIKU YANG BERBENTUK KUBIS
tamat
persahabatan anak babi dan kelinci (part 2)
oh men disinilah aku mulai ceritanya
oh men aku lupa jalan ceritanya
hn
oh ya
persahabatan mereka tetap abadi sepanjang masa dan selamanya
TAMAT
Saturday, August 27, 2011
persahabatan anak babi dan kelinci
kedua makhluk ini berbagi hidup bersama di Peternakan Pennywell di Buckfastleigh
mereka sudah terbiasa bersama sejak balita
babi kecil ditinggal mati ibunya yang sengaja dipanggang hidup oleh petani tua berjerawat berkumis asalkan berduit sedangkan sang kelinci dibeli pak tani dipasar dengan harga murahan tapi berkualitas baik bagi seluruh umat semut
mereka makan tidur bersantai bersekolah bermain bernyanyi berdendang berjoget bersama
mereka tinggal di kandang yang cukup luas
dikandang itu tinggal anak babi,kelinci,bapak ayam sekeluarga,lebahmadu sekeluarga,setumpuk jerami empuk,satu dus gelas dan piring cantik untuk makan malam atau sekedar pesta kecil kecilan
biasanya yang memasak adalah ibu ayam yang diam diam telah memakan plastik bekas makanan anjing penjaga pak tani
anak babi sangat berbahagia tinggal dikandang itu bersama keluarga berlain jenis yang dianggapnya sebagai ibu tiri ibu asuhnya entahlah dia tidak merindukan ibu kandungnya
dia dan kelinci gadungan itu sangat bahagia mereka selalu melengkapi satu sama lain kecuali dalam satu hal yaitu MAKANAN si babi sangat pelit tapi si kelinci pun memaklumi
si babi juga sering mengambil wortel si kelinci
kedua sahabat ini nyaris tidak bisa terpisahkan, bahkan tidurpun mereka bersama di kebun dan berbagi makanan yang sama di mangkuk
mereka suka berjemur di padang rumput dekat kandang sapi
mereka kadang juga suka minum limun atau sekedar merokok di atas genteng kandang mereka
BERSAMBUNG
oh men ini cerita apa
entah apa ini judulnya
cerita kita diawali di situs jearing sosial (twitter) yang sedang ngelonjak dikalangan anak muda entah mengapa aku juga ikut ikutan begini begitu dengan anak anak yang itu itu saja
hoh ngomong apa sih aku ini ngaco
aduh lupa kan ya sampe mana
kebanyakan ngaco deh
jadi lupa mau cerita apa
oalah jasek
cerita burung gagak
Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran.
Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda itu?"
"Burung gagak", jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang men dengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak, Ayah!"
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!"
Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Itu gagak, Ayah."
Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar- benar hilang sabar dan menjadi marah. "Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak, Ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini," pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. "Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa itu?" Dan aku menjawab, "Burung gagak."
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak."
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu.
Si Ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah."
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda itu?"
"Burung gagak", jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang men dengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak, Ayah!"
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!"
Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, "Itu gagak, Ayah."
Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar- benar hilang sabar dan menjadi marah. "Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak, Ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. "Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini," pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. "Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa itu?" Dan aku menjawab, "Burung gagak."
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak."
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu.
Si Ayah dengan perlahan bersuara, "Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah."
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.
Friday, August 26, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)





















































